Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs
Senin, 02 Desember 2013
week end ceria :D

ahh,,,seru juga main cumen nebeng jepreet . :O eh, hahahha .
tau gag sihh... paling suka narsis aja kalu cumen jalan berdua gini :D :P
ssssttt.... inii gue ama temen gue yang kurang ahli kalogx masalah jepret. Upss :D muuph yaa beh ...emang beghono kan?? udah ahh... peluk cium buat sahabatku :* :)















Sabtu, 16 November 2013

Jepret Narsisme

Malam ini tak begitu menarik, tapi... ada sesuatu yang membuat hatiku tergera kkeluar rumah. aku dan teman ku. yach,,,kami :D bisa dibilang koplakx sihh,,, iya saja , kami jalan-jalan berangkat dari rumah pukul 20.45 dan pulang pukul 22.00..
bagi kami keluar rumah jam-jam segitu itu sesuatu banget.. :P
kita-kita nih ceritanya just mampir jepreet-jepreet ,,,hahaha biasa ABG labil :D
dahh gitu aja :D :) :*

Hasil jeplett Kamera tadi malem :









Selasa, 02 Juli 2013

“Pengaruh TIK bagi perkembangan kognitif anak usia dini”




Abstract:
The findings of a previous study on the relationship between frequent use of information and communication technologies (ICT) and cognitive skill development such as those related to memory and attention processes are extended via a two-way analysis of variance of the socio-economic level of the sectors where the students in the test sample attend school. The results indicate that although both socio-economic level and the type of technology used affected memory and attention scores, the impact of the type of technology, as measured in terms of statistical significance and effect size η2, was the greater of the two.
Keywords: Digital gap, information and communication technologies, cognitive skills, social and technological determinants, socio-economic level, neighborhood.

Abstrak:
Temuan dari penelitian sebelumnya tentang hubungan antara sering menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan pengembangan keterampilan kognitif seperti yang berhubungan dengan memori dan proses perhatian diperluas melalui analisis dua arah varians dari tingkat sosial-ekonomi sektor dimana siswa dalam sampel uji bersekolah. Hasil menunjukkan bahwa meskipun kedua tingkat sosial-ekonomi dan jenis teknologi yang digunakan memori yang terkena dampak dan nilai perhatian, dampak dari jenis teknologi, yang diukur dari segi signifikansi statistik dan ukuran efek η2, adalah lebih besar dari dua.
Kata kunci:
Kesenjangan, informasi dan komunikasi teknologi digital, keterampilan kognitif, determinan sosial dan teknologi, tingkat sosial ekonomi, lingkungan.


PENDAHULUAN:
Perkembangan zaman saat ini menginjak pada suatu zaman yang menurut Alvin Toffler merupakan gelombang ketiga dari revolusi perkembangan zaman, yaitu revolusi teknologi elektronika dan informatika. Secara umum perkembangan dalam informasi menurut Miarso (2004) menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: (1) meningkatnya daya muat untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan informasi; (2) kecepatan penyajian informasi yang meningkat; (3) miniaturisasi perangkat keras yang disertai dengan ketersediaan yang melimpah; (4) keragaman pilihan informasi untuk melayani berbagai macam kebutuhan; (5) biaya perolehan informasi, terutama biaya untuk transmisi data yang cepat dalam jarak jauh, yang secara relatif semakin turun; (6) kemudahan penggunaan produk teknologi komunikasi dan informasi, baik yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak; (7) kemampuan distribusi informasi yang semakin cepat dan luas, dan karen itu informasi lebih mudah diperoleh, dengan menembus batas-batas geografis, politis, maupun kedaulatan; (8) meningkatnya kegunaan informasi dengan keanekaragaman pelayanan yang dapat diberikan hingga memungkinkan pemecahan masalah yang ada secara lebih baik serta dibuatnya prediksi masa depan yang lebih tepat. Era teknologi seperti yang disebutkan di atas membawa perubahan-perubahan serta pengembangan dalam berbagai segi kehidupan. Tidak terkecuali dalam bidang pendidikan.
Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14).
Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Besarnya peran teknologi komunikasi dan informasi membawa peran tersendiri bagi pendidikan baik sebagai pendukung sistem maupun media pendidikan.

PEMBAHASAN:
HAKIKAT BELAJAR PADA ANAK USIA DINI
Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak dan Raudhatul Athfal berpedoman pada prinsip belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar (Depdiknas, 2004). Bermain merupakan tuntutan dan kebutuhan bagi anak usia Taman Kanak-Kanak, sehingga kegiatan pembelajarannya dilakukan dengan berbagai macam permainan dalam suasana yang menyenangkan dan merangsang anak untuk terlibat secara aktif.
Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, memberikan kesenangan maupun mengembangkan imajinasi pada anak (Sudono, 2000). Sedangkan belajar merupakan aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap (Darsono, 2000). Jadi bermain sambil belajar merupakan kegiatan bermain yang di dalamnya terdapat unsur-unsur belajar. Melalui bermain, tuntutan akan kebutuhan perkembangan dimensi motorik, kognitif, kreatifitas, bahasa, emosi, interaksi sosial, nilai-nilai, dan sikap hidup dapat terpenuhi. Ketika bermain, anak akan berimajinasi dan mengeluarkan ide-ide yang tersimpan dalam dirinya. Anak mengekspresikan pengetahuan yang dia miliki tentang dunia sekitarnya. Melalui kegiatan bermain, anak mempunyai kesempatan lebih banyak untuk bereksplorasi, sehingga pemahaman tentang konsep maupun pengertian dasar suatu pengetahuan dapat dipahami anak dengan lebih mudah.

DEFINISI ICT:
ICT (Informations and Communication Technologies) atau di-Indonesiakan menjadi Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan suatu system yang terdiri dari sistem informasi dan komunikasi. Masing-masing memiliki definisi dan ruang lingkup tersendiri.
ICT DALAM PENDIDIKAN:
ICT dalam pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa di samping sebagai pendukung kinerja sistem pendidikan, ICT juga bermanfaat sebagai media pendidikan. Pendidikan ICT bagi anak usia dini telah membawa kita pada cara yang baru dalam mengembangkan teknologi pembelajaran.
Mengkaji pendidikan ICT pada anak usia dini ini memiliki banyak persepsi, diataranya, pemanfaatan ICT sebagai media belajar atau mengajarkan ICT pada mereka. Namun demikian, keduanya terkadang saling berhubungan walaupun banyak juga perbedaan dalam segi orientasi dan pemanfaatan.
ICT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN:
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Medoe adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
Pemanfaatn ICT sebagai media pembelajaran merupakan hal yang baru dalam pendidikan. Hal tersebut tentu diiringi oleh perkembangan zaman saat ini. Dikeluarkannya komputer mini (netbook) oleh pabrikan komputer di dunia yang niat awalnya didistribusikan untuk kunsumsi pelajar, merupakan salah satu jalan bagi dunia pendidikan dalam memanfaatkan ICT tersebut. Walaupun saat ini pemanfaatnya telah berkembang. Clark mengklasifikasinnya media dalam pembelajaran menjadi 5 perspektif  yaitu:
1. Media sebagai teknologi dan mesin
2. Media sebagai tutor
3. Media sebagai alat sosialisasi
4. Media sebagai motivator dalam belajar
5. Media sebagai alat mental untuk berpikir dan memecahkan masalah
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melaluisaluran atau media tertentu k penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang dikomunikasikan adalah sebuah informasi.
Karakteristik Media Menurut Sadiman terdiri dari:
Media Grafis, Media grafis termasuk media visual yang berkaitan dengan indra penglihatan. Pesan yang disampaikan dituangkan k dalam sibol-simbol komunikasi visual. Diantara media grafis adalah gambar/foto, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, peta, papan buletin, dll,
Media Audio, Media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal. Jenis-jenis media audio diatnaranya adalah radio, alat perekam pita magnetik, lab. Bahasa,
Media Proyeksi Diam, Media proyeksi diam memiliki persamaan dengan media grafik dalam arti penyajian rangsangan-rangsangan penyajian visual. Perbedaanya adalah pada media grafis dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan, pada media proyeksi pesan tersebut harus diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihatoleh sasaran. Diantara median proyeksi diam adalah film bingkai, film rangkai, media transparansi, proyektor, mikrofis, film, tv, video.
Unsur pembelajaran ICT dalam pengembangan kognitif  anak:
1. Mendengar. Mendengar merupakan proses fisiologis otomatis penerimaan ransangan pendengaran. Dalam tahap inilah gangguan fisik pada alat pendengaran seseorang dapat menimbulkan kesulitan dalam proses mendengarkan. Mendengar merupakan proses dimana gelombang suara masuk melalui telinga di bagian tengah telinga dan menimbulkan getaran-getaran yang kemudian merangsang impuls-impuls saraf sampai ke otak.
2. Perhatian. Memperhatikan rangsangan di lingkungan kita berarti memusatkan kesadaran kita pada rangsangan khusus tertentu. Indra penerima secara konstan dihujani sekian banyak rangsangan sehingga kita tidak mungkin menanggapi semuanya sekaligus pada saat yang sama. Sel khusus dalam sistem syaraf kita (saraf penghambat) berfungsi membuang sejumlah sensasi yang datang, menjauhkan sensasi-sensasi tersebut dari kesadaran kita. Namun demikian, meskipun memiliki syaraf penghambat, kita masih sering kali tidak mampu memusatkan perhatian pada satu peristiwa tunggal lebih dari beberapa detik setiap kali, karena rangsangan yang lain biasanya berlomba merebut perhatian kita. Fenomena ini -kita sering memperhatikan rangsangan tertentu sambil membuang rangsangan yang lainnya- disebut perhatian selektif.
3. Memahami. Unsur ini adalah yang paling rumit dalam mendengarkan. Memahami biasanya diartikan sebagai proses pemberian makna pada kata yang kita dengar, yang sesuai dengan makna yang di maksudkan oleh si pengirim pesan. Menapsirkan suatu pesan adalah memberi makna secara harfiah pada pesan itu. Ini berdasarkan pada pemahaman atas gramatika bahasa, pengenalan dan pemahaman atas maksud sumber (sinis, bergurau, serius), pemahaman atau implikasi situasi (mencakup lingkungan fisik, hubungan dengan orang-orang yang lainnya, dan iklim perjumpaan).
4. Mengingat. Kebanyakan tes mendengarkan menguji berapa banyak kita dapat mengingat apa yang telah kita dengar dan kita pahami. Mengingat adalah menyimpan informasi untuk diperoleh kembali.
Karakteristik Media Audio:
Ciri utama dari media audio dituangkan dalam lambang auditif, baik verbal maupun non verbal. Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut.
1. Mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dan memungkinkan menjangkau sasaran yang luas.
2. mampu mengembangkan daya imajinasi pendengar.
3. mampu memusatkan perhatian anak pada penggunaan kata-kata, bunyi, dan arti dari kata/bunyi tersebut.
4. dll.
Sedangkan kekurangan media audio adalah sifat komunikasinya hanya satu arah. Memiliki kekuarang dari sudut perolehan informasi dalam belajar.
Media Visual:
Media visual adalah media yang melibatkan indra penglihatan. Terdapat dua jenis pesan yang dimuat dalam media visual, yakni pesan verbal dan nonverbal. Pesan verbal-visual terdiri atas kata-kata dalam bentuk tulisan dan pesan non verbal-visual adalah pesan yang dituangkan ke dalam simbol-simbol nonverbal-visual. Secara garis besar unsur-unsur yang terdapat pada media visual terdiri atas garis, bentuk, warna, dan tekstur.
Pentingnya pesan verbal dalam pembelajaran yaitu untuk melakukan pengeriman pesan melalui bahasa verbal untuk menghasilkan makna. Kata-kata merupakan unsur dari bahasa yang dapat digunakan sebagai simbol verbal. ”Kata” hanya akan mempunyai ”makna” setelah ia diasosiasikan dengan ”refrensi/rujukan”.
Karakteristik Media Visual
Pesan visual dapat dituangkan dalam bentuk: gambar, grafik,  diagram, bagan, peta. Sedangkan penyaluranpesan visual verbal-nonverbal-grafis dapat dilakukan melalui: buku dan modul, komik, majalah dan jurnal, poster, papan visual. Di samping itu pesan visual juga dapat berupa benda asli atau tiruan (miniatur)
Media Audio Visual:
Media audiovisual dapat dibagi menjadi dua jenis. Jenis pertama, dilengkapi fungsi peralatan suara dan gambar dalam satu unit, dinamakan media audiovisual murni, seperti film gerak, video, televisi. Jenis kedua adalah media audio visual tidak murni yakni apa yang kita kenal dengan slide, OHP dan peralatan visual lainnya bila diberi unsur suara dari rekaman kaset yang dimanfaatkan secara bersamaan dalam satu waktu atau satu proses pembelajaran.
Salah satu media audiovisual adalah film. Dilihat dari indera yang terlibat, film adalah alat komunikasi yang sangat membantu proses pembelajaran efektif. Apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah diingat dari pada apa yang hanya dilihat atau di dengar saja. Manfaat dan karakteristik lainnya dari media film dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran, diataranya.
1. Mengatasi keterbetasan jarak dan waktu
2. Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat.
3. Dapat diulang, untuk memperkuat pengingatan.
4. Mengembangkan pikiran dan pendapat.
ICT DAN ANAK USIA DINI
Teknologi bagaikan dua sisi mata uang yang berbeda, yang memiliki sisi positif dan negatif. Sehingga implementasinya pun akan berbeda pada setiap usia perkembangan anak. Pada anak usia dini 0 – 8 tahun sesuai dengan konvensi anak dunia, serta 0 – 6 tahun menurut konsep pendidikan yang ada di Indonesia, maka banyak cara mengenalkan teknologi pada anak usia dini, yaitu :
1. Usia 0 – 2 tahun: Pada perkembangan anak usia ini, anak mulai belajar mendengar dan mengenal sekitarnya, dari rangsangan-rangsangan yang ditimbulkan melalui gerakan, serta suara.  Kemudian anak mulai menirukan ketika mereka mulai belajar berbicara.  Pemberian IT pada usia anak demikian, dapat melalui multimedia dengan cara diputarkan lagu-lagu rohani atau lagu anak.  Mengenalkan warna juga dapat melalui multimedia dengan memutarkan film-film kartun anak, yang tentunya mendidikan. Mengapa? Karena film-film kartun saat ini pun memiliki unsur warna yang beragam, sehingga anak dapat mengenalnya walau tidak sekaligus, tetapi warna-warna yang dominan. Hal ini pun dapat membantu pembentukan karakter anak.
2. Usia 3 – 4 tahun: Pada usia ini, anak mulai menggunakan  kalimat yang hampir lengkap, hal ini dapat dilihat dari cara mereka menanyakan sesuatu hal. Menurut Piaget, cara anak mengajukan pertanyaan menunjukkan perkembangan kognitif seorang anak. Pada anak yang berasal dari latar belakang orang tua otoriter,  anak kurang belajar berbicara, ketimbang dalam keluarga yang demokratis, dimana anak bukan saja belajar “mendengar” tetapi juga “didengar”.   Oleh karenannya penting diberikan IT melalui multimedia, dengan cara seperti pada usia anak 0 – 2 tahun, tetapi cara pembelajarannya sedikit meningkat disesuaikan dengan usia anak yang telah dapat menerima rangsangan lebih banyak.  Misalnya mulai diajarkan melafalkan ayat-ayat suci Al Qur’an, atau dikenalkan cerita-cerita Kitab Suci melalui film-film, tentu saja perlu pendampingan orang tua sehingga dapat terlihat sejauh mana anak mampu untuk belajar.  Semakin banyak kesempatan anak belajar untuk berbicara, dapat membantu anak menumbuhkan rasa percaya dirinya sehingga pada usia sekolah mereka dapat mengenalkan dan mengungkapkan dirinya secara lisan.
3. Usia 5 – 6 tahun: Pada usia ini, pengenalan dunia IT sudah lebih meningkat. Pengenalan dapat berupa pengenalan perangkat keras komputer (hardware) yang bisa dilihat dan dipegang langsung oleh anak, misalnya : CPU, Monitor, Mouse, Keyboard dan Printer.  Pengenalan perangkat keras ini juga dilengkapi dengan penjelasan fungsi dari masing-masing alat dengan cara langsung dipraktekkan (learning by doing).
4. Usia 7 – 8 tahun: pada usia ini, pengenalan dunia IT sudah masuh pada tingkat program interaktif, dimana anak sudah bisa berinteraksi dengan program aplikasi pembelajaran.
Dampak Negatif yang ditimbulkan
1. Efek radiasi monitor yang perlu diwaspadi.
2. Jarak pandang yang terlalu dekat dan pencahayaan yang kontras dapat mengganggu indera penglihatan anak.
3. Pengaturan waktu penggunaan komputer. Pada anak usia dini sebaiknya waktu penggunaan 1 – 2 jam sehari.
4. Bermain bersama teman sebaya perlu diperhatikan, sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan orang lain.

Komputer dan Kecerdasan Intektual:
Penelitian tentang pengaruh komputer terhadap perkembangan intelegensi telah banyak dilakukan oleh para pakar. Hasilnya diperoleh bahwa penggunaan komputer secara cerdas akan secara timbal balik mempengaruhi kecerdasan. Komputer mampu memenuhi rasa ingin tahu manusia. Di samping itu, kecepatan, kecermatan, keterkinian informasi dapat diperoleh melalui sistem jaringan komputer. Dengan demikian terjadi pengayaan fungsi otak, yang pada gilirannyameningkatkan produksi sel neuro glial, yaitu sel khusus yang mengelilingi sel neuron, sehingga menambah aktivitas sel neuron. Mengingat bahwa ”pabrik otak” itu diwujudkan sebagai hasil interaksi antar cetak biru genetis dan pengaruh lingkungan. Menurut Clark bahwa otak berfungsi hanya 5%, sehingga sebagian besar informasi tidak digunakan. Pada gilirannya kerja fungsi intelegensi yang bersumber dari otak secara timbal balik dipengaruhi dan mempengaruhi pembelajaran, akan dipersoalkan sampai dimana pengaruhnya dalam peningkatan kecerdasan emosi pada anak.
Dampak Komputer terhadap Perkembangan Intelegensi:
Riset yang dilakukan terhadap pengaruh komputer terhadap  perkembangan intelegensi diperoleh pengaruh yang positif dari keduanya. Hal tersebut karena ”kerjasama’ antara komputer-otak dan intelegensi yang satu dengan lainnya mendorong manusia untuk makin tahu memenuhi rasa ingin tahunya, yang merupakan sifat khas manusia. Komputer dengan jaringannya dalam kehidupan kini tidak terpisahkan dari berbagai kepentingan untuk memperoleh informasi yang cepata, cerman, lengkap, dan aktual. Dengan demikian akan membawa kita secara amat signifikan dalam menyelesaikan berbagai persoalan berkat informasi yang dihadapi.Dengan demikian tidak salah jika penggunaan komputer dengan program yang sesuai dengan umur anak-anak dapat dilakukan.
Permainan Komputer Pada Anak Usia Dini:
Bemain adalah suatu aktivitas dan kualitas pikiran dalam melibatkan suatu pandangan dunia seseorang. Bermain mengacu kepada berbagai kegiatan sukarela, termotivasi intrinsik yang biasanya terkait dengan kesenangan dan kenikmatan.
Disimpulkan bahwa bermain komputer bagi anak usia dini adalah suatu kegiatan bermain yang bersifat interaktif dan menyenangkan bagi anak
- Tujuan Permainan Komputer bagi Anak Usia Dini:
Permainan bertujuan pada dasar nya untuk menstimulasi aspek aspek dari perkembangan anak dimulai dari kecerdasan anak (kognitif), afektif psikomotor, agama, sosial-emosional, bahasa dan seni. namun secara khusus game ini bertujuan untuk mengenalkan anak pada komputer, Game dapat melatih anak menggunakan komputer, dan supaya lincah memegang mouse.dan juga dapat melatih koordinasi antara mata dan tangan sehingga adanya integrasi antara tangan dan mata sehingga perkembangan anak dapat berjalan dengan optimal.
- Manfaat Bermain Komputer:
a.       Melatih logika. Saat bermain game, anak-anak harus menggunakan berbagai strategi untuk memenangkan permainan. hal ini dapat melatih penggunaan logika, menganalisa, dan memecahkan masalah yang sedang dihadapi.
b.      Melatih kemampuan spasial. Melalui game permainan, kemampuan spasial anak yang berhubungan dengan kecerdasan gambar dan bervisualisasi akan terasah. Kemampuan ini akan berpengaruh dengan kemampuan berhitung mereka. Selain itu, permainan juga akan membantu penggunaan motorik halus anak.
c.       Kemampuan membaca. Bagi anak yang belum lancar membaca, game konsol bisa jadi alat yang tepat untuk membantu belajar membaca. Seperti di ketahui ada beberapa game ada yang bersifat edukasi dan bisa membantu anak untuk belajar dengan cara yang lebih asyik. Selain itu, saat bermain anak juga diharuskan membaca setiap perintah yang diberikan oleh tokoh game dan narator game. Maka, secara tak langsung anak bisa belajar membaca dan mengeja secara signifikan.
d.      Stimulasi otak. Dalam game permainan ada yang bisa membuat permainan sendiri sesuai dengan yang diinginkannya. Hal tersebut bisa membantu stimulasi otak dan proses berpikir untuk menciptakan skenario yang panjang dan rumit sebagai bagian dari pengembangan kreativitas mereka.
e.       Mengembangkan imajinasi. Permainan bisa membantu anak untuk mengembangkan imajinasi mereka. Anak bisa menggunakan imajinasi ini untuk menyeimbangkan berbagai kejadian dalam film dan diaplikasikan dalam dunia nyata (yang relevan dan postif).
f.       Penggunaan bahasa Inggris. Salah satu game anak yang disukai adalah konsol dan game online. game ini banyak dibuat oleh perusahaan luar negeri yang mempergunakan bahasa Inggris.

PENUTUP
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa saat ini kita tidak dapat melepaskan diri dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), karena telah menjadi bagian dari kehidupan dan kebutuhan. Pola kehidupan tersebut berimbas pada pengembangan pendidikan yang memanfaatkan TIK khususnya sebagai media pendidikan. Sebagai usaha mengembangakan kemampuan individu dalam penggunaan TIK secara praktis maka perlu dikenalkan sejak usia dini.
Pengembangan kemampuan anak usia dini dalam TIK harus tetap dilakukan dengan konsep pendidikan anak usia dini yaitu belajar sambil bermain. Materi belajar yang diberikan juga harus bervariasi dengan berbagai karakteristik TIK sebagi media pembelajaran agar imajinasi dari anak tersebut berkembang. Sehingga semakin meningkatkan kemampuan kognitif khususnya intelektual mereka.
Selain itu, Komputer merupakan sumber daya vital bagi perkembangan kognitif anak. Sifat dasar anak akan rasa ingin tahu dan ketertarikan pada komputer dengan program komputer seperti games lainnya harus dipandang sebagai modalitas belajar yang harus dimanfaatkan dan diarahkan. Menghindarkan anak dari tayangan yang tidak mendidik melalui program mendidik seperti games dan alternatif yang lebih edukatif akan lebih bermanfaat. Hal ini bisa disebut merupakan langkah cerdas dan bijaksana baik orangtua maupun guru. Persoalan klasik yang ada sementara guru dan orangtua menganggap bermain komputer sebagai sesuatu yang negatif harus dihilangkan. Tahun 1980-an betapa orang heran dan kagum kepada seseorang yang mampu mengoperasikan komputer, namun 5 tahun mendatang akan lebih mengherankan apabila masih ada orang yang tidak bisa mengoperasikan komputer. Pihak sekolah seharusnya bersama orangtua menyadari dan bekerjasama dalam mengupayakan kemajuan pengalaman belajar anak melalui media komputer. Hadirnya 1 buah komputer untuk suatu sekolah adalah awal yang baik untuk mencapai kemajuan itu.



DAFTAR PUSTAKA
Selasa, 16 April 2013

Puisi Pelangi Senja Untuk Sahabatku


Aku bukan air yang bisa menyirami api kemarahanmu
Aku bukan udara yang bisa membuatmu terus bernafas
Apalagi cahaya yang bisa menyinarimu di setiap gelap

Aku hanya sahabatmu…

Aku bukan batu yang tak merasakan sakit jika kau pukul
Aku bukan pena yang selalu mengikuti arahmu menulis
Apalagi indahnya nada yang membuatmu tenang

Aku hanya saudaramu…

Aku bukan keras, aku bukan lembek, hanya mencoba tegas
Aku bukan benci, aku bukan dendam, hanya mencoba bicara

Aku hanya manusia biasa…

Aku selalu mencoba ntuk menjadi Air
Selalu mencoba untuk menjadi udara
dan terus mencoba menjadi cahaya

Tapi saat aku lelah mencoba, Kuatkan aku…
Agar Kita Tetap Terkuatkan…

Agar kita tetap menjadi perisai untuk mereka yang ingin menghancurkan kita
Agar kita tetap menjadi bara yang bisa membakar mereka yang ingin memecahkan kita

Sahabatku..Saudaraku…

Redakanlah Api marahmu, dan kuhilangkan sakit di hatikuku
Kita tatap kembali mentari yang bersiap menerangi..dan menjemput keindahan pelangi senja… Bersama .. !!
Minggu, 07 April 2013

Cinta Sejati

Ku bangun istana cinta diatas setiaku
Ku lindungi dindingnya dengan percayaku
Ku hiasi semuanya dengan keihklasanku
Ku rawat keteguhanya dengan ketulusanku
Dan ku ciptakan kedamaian dengan kasih sayangku

Andai takdir tak merenggutmu
Andai ku bisa menjaga keabadian hidupmu
Aku bukan Tuhan Yang Maha Mampu
Mengendalikan semua apa yang ku mau
Aku juga bukan malaikat penjagamu
Yang slu menemanimu sepanjang waktu

Ku hanya kasih dalam hatimu
Cinta dalam hidupmu
Rindu dalam nafasmu
Yang kan tetap hidup dalam sanubarimu


oleh: Puisi Adelia Lintang Kirana

Mencintai bukan Memiliki


oleh: Puisi JN

Aku mencintai mu,
seadanya diri mu tiada yang lain
nama mu indah terpahat di dalam
hal ini...

Aku mencintai mu..
bersama kerinduan tiada bertepi
dari pagi yang indah hingga malam
yang nyaman tiada terhitung rindu ini

Aku mencintai mu,
dari segala kelebihan mu
dan dari segala kekurangan mu

Aku mencintai mu,
tiada yang dapat ku persembahkan
tiada kata berkias seindah rembulan malam
tiada kata berkias seindah terbitnya mentari..

Aku cintai mu,
tanpa mengharap diri mu
menjadi milik ku abadi..
kerana aku mencintai mu dengan,
hati yang paling iklas..hanya pada mu sayang!
kerana ku tahu,

Mencintai Itu Bukan Bererti Memiliki..
Dan Semoga cinta ku akan setia hanya pada mu..
Semoga ya sayang!eeemmm!
Senin, 25 Maret 2013

bukan dia dan juga dirinya..

Aku bukan seorang foto model,
Hanya hobby ku saja gemar foto…
Aku bukan seorang penyanyi atau vocalist band,
Suara ku juga fals namun suka bernyanyi…
Aku pun bukan seorang dancer,
Tapi aku sedikit bisa dan memang menyukai menari…

Tak banyak ku cipta puisi…
Namun itu semua cukup tuk mengisi hati teman-temanku yang sepi
Pernah ku coba tulis cerita
Namun karya tak jua ada

beginilahh adanya. . .
Saat ini aku hanyalah aku
Bukan dia atau dirinya…

bahkan bukan pula sesosok yang kau dambakan. . .
Tak puas ku terima smua yang darimu untuk ku
Bukan aku tak tau rasa syukur…
Bukan pula ku takabur…

Hanya saja aku tak tau Bagaimana cara menghapus memori masa lalumu
Dengan dia dan dirinya…atau dengan siapa saja
Yang membuatku terluka…


begitulah adanya bukan dia atau dirinya. . 
seperti itulah kiranya. . . 
bukan kamu atau diriku. . . 

melukis cinta

, kadang ingat kadang tak ingat. .
, seperti it lah ak dimatamu. .
, kadang terbit kadang tenggelam. ,
, seperti it lah cintamu. .
, kadang kasih tak ubahnya penerangan. .
, kau ayunkah langkah tak hiraukan pandanganku. .
, bagaimana bisa?

, ak tenggelam dalam kesenduan. .
, merantau jauh menyebrangi cinta bertubi. .
, kini ak tak mampu. ,

, berjalanpun mati. .

, serapuh inikah ak tanpamu?

, Dapatkah aku melukis cinta untukmu?
, Mengguratkan sejuta warna
, yang bisa membuatmu indah..

, Dapatkah aku melukis cinta untukmu?
, Seperti notasi mimpi kupu-kupu
, bersayap biru, , ,
, Terbang bersama menuju negeri pelangi..

, Dapatkah aku melukis cinta untukmu?
, Mengisyaratkan lelahku di jalan resah!
 
Sabtu, 23 Maret 2013

alasan

, kadang tak mengerti kenapa kenapa dan kenapa. ,
, slalu saja kenapa. ,
, alasan nya pun tak kunjung bertanduk. ,
, sesekali melingkar memutar. ,
, begitupun kali ini. ,
, sungguh tak bs ku fahami. ,
, kenapa km ini. ,


, sebait kata berbata ,
, tak mampu urungkan apaa yang kku rasa ,
, bisakah kkau beri tahu aku ,
, kenapa salalu kenapa ,

Always

I've ever to make them smile, feel satisfied because my presence...
and i tried to walk together across the stream of time...
flow trough this dimension...
but even 'that' kid was already gone, and i know, 'that' kid never comes back here to gain some strength together again...
but i still feel satisfiesd, because...
'that' kid was already take a part of my life, even it's just a lil part...