saat dua mega mendung dari arah berlawanan menyatu,
tak jauh dari tempatku berdiri,
ku saksikan,
seberapa ak menolak kenyataan,
bahwa inilah yg terbaik,
seharusnya cubitan kecil menjadi batu sandungan,
ketika ak hanya mampu melihat tanpa memahami,
siapakah penjagaan itu,
seperti menepi menyaksikan dua mega diufuk timur,
mentari yang layu,
beradu denyut dengan langkahku,
aku dg seperempat mega beradu dalam tikam,
aku yg mengadu dalam sujud,
aku yg hanya menangis,
aku yg hanya tak kuasa,
0 komentar:
Posting Komentar
yang sopan yaa :D